Selasa, 13 September 2011

Kembali ke Haribaan Illahi…



            Suasana kian mencekam, rumit dan tak tentu arah saat menunggu dan menyaksikan Ibu kami berbaring lemas dan tak berdaya di ruang ICU Rumah Sakit Puri Cinere. Doa dan harapan untuk kesembuhan Ibu kami terus kami sampaikan sebagai bentuk usaha utama kami. Saat mendengar vonis dokter akan kecilnya kemugkinan Ibu untuk sembuh maka pada saat itu pula detak jantung kami seakan berdebar lebih kecang dan cepat, tubuh kami melemas dan perasaan kami sangat cemas. Namun, kami berusaha sedikit menenangkan dan meyakinkan diri bahwa Allah mendengar dan mengetahui isi hati kami yaitu kami ingin Ibu kami sembuh.
                Kami kembali bersimpuh dan bermunajat kepada Sang Khalik dengan berserah diri bahwa hanya kepadaNya kami menyembah dan hanya kepadaNya kami memohon pertolongan. Dari waktu ke waktu kami terus meminta pertolongan dan keajaiban yang datang dari Allah untuk kesembuhan ibu kami. Hampir semua yang kami kenal pada saat itu, kami mohonkan untuk mendoakan ibu kami. Kami menggelar berbagai pengajian, memanjatkan doa bersama, bershodaqoh dan melakukan berbagai aktivitas ibadah kami kepada Allah hanya untuk kesembuhan dan kebaikan ibu kami.
                Namun, Allah SWT berencana lain. Tiada daya dan upaya selain kekuatan yang datang daripada-Nya. Manusia hanya bisa berusaha sementara keputusan akhir berada di tangan Allah. Ia berkehendak atas segala sesuatu dan tak ada satu pun yang mencegah dan  merubah kehendak-Nya.
                Senin, 28 maret 2011 setelah sholat shubuh, kami dipanggil dokter untuk ke ruang ICU melihat keadaan ibu kami yang semakin menurun kondisinya. Lantunan ayat suci Al-qur’an dan rentetan doa terus kami baca dan kami panjatkan di ruang ICU maupun di luar ruang ICU. Naik turunnya kondisi ibu kami terus menghawatirkan dan mencemaskan kami akan kondisi ibu kami. Pada hari itu, kami sering sekali dipanggil dokter untuk ke ruang ICU melihat kondisi Ibu kami yang tinggal sedikit sekali kesempatan untuk hidupnya. Menjelang maghrib, kondisi ibu kami semakin kritis dan kami terus berdoa sampai detik-detik terakhir kepergian Ibu kami. pukul 19.40 WIB akhirnya Sang Khalik memanggil Ibu kami untuk pulang keharibaan-Nya.  Air mata pun pecah dan bertumpah ruah, kami hampir tak percaya semuanya akan berakhir seperti ini. Namun, kami tahu bahwa ini adalah keputusan Allah. Kami harus terima dan ikhlas. Kami tahu bahwa Allah tidak akan menguji hamba-hamba-Nya di luar batas kemampuannya. InsyaAllah ini keputusan yang terbaik yang diberikan Allah kepada kami. Mudah-mudahan kami dapat mengambil hikmah dari setiap ujian dan kejadian yang Allah berikan. Kami hanya bisa memanjatkan doa untuk ibu kami…
Ya Allah…ampunilah dosa dan kesalahan Ibu kami, terimalah amal ibadah Ibu kami dan tempatkanlah Ibu kami di tempat yang indah di sisiMu
Amin Ya Rabbal Alamin J

0 komentar:

Poskan Komentar

Bertukar Banner 1

Photobucket

Bertukar Banner2

 

Enlightening Blog. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com