Rabu, 17 Juni 2009

SEBESAR APAPUN DOSA, KALAU MEMANG MAU BERTOBAT, TETAP AKAN ADA JALAN


( Riwayat oleh : Imam Bukhari Muslim, dari Abu Sa`id Al Khudri )

Pada zaman dahulu, ada seseorang yang ringan tangan dalam mencabuti nyawa-nyawa orang yang dijahatinya.Hampir setiap hari ada saja korbannya. Semuanya diahitung.Sampai suatu hari jumlah orang yang telah dibunuhnya telah mencapai 99 orang.Jadi boleh saja ia kita katakan sebagai penjagal manusia. Intinya ia mempunyai perilaku yang sangat kejam.Rupanya terselip rasa bersalah dihatinya. Lama-lama ia mulai merenungi dirinya selama ini, dan ternyata hidupnya sepanjang waktu bergelimang dosa.


" Aku ingin bertobat,jika aku terus-terusan hidup begini , maka aku pasti menyia-nyiakan hidupku. Aku telah aniaya selama ini.Aku ingin bertobat,...Aku mesti menyudahi semua ini dan segala perbuatan kejam lainnya. Tapi apakah itu mungkin ? Dosaku sudah terlampau berat." Demikian pikir si jahat ini dalam hati.

Ia kemudian memutuskan mencari bantuan orang yang akan bisa menolongnya ke arah itu. Maka pergilah sijahat tadi mencari orang alim dan ingin bertaubat didepannya.

Dalam pencariannya itu, bertepatan ada yang memberinya petunjuk untuk mendatangi seorang yang alim disebuah desa. Pergilah ia menemui orang alim itu.Setelah berada didepannya, maka pemuda jahat lagi kejam tadi menceritakan siapa dirinya dan maksud kedatangannya. " Hai orang alim, aku pembunuh yang sudah membunuh 99 nyawa orang. Apakah masih ada jalan bagi saya untuk bertaubat ?" Setelah mendengar penjelasan dari pemuda tadi, segera saja orang alim tersebut menjawab. "Tidak, tidak ada ! Tidak ada taubat untukmu karena perbuatan kamu itu terlalu sadis."

Mendengar jawaban orang alim tersebut semacam itu, marahlah ia dan seketika itu pula dibunuhnya lagi orang alim itu. Kini genaplah ia telah membunuh 100 nyawa orang. Karena hatinya ingin betul-betul bertaubat, ingin menyudahi perbuatan keji ini dengan sungguh-sungguh, maka ia tetap meneruskan untuk mencari lagi orang alim yang mau menerima penyesalannya. Sambil berjalan ia membatin," Kiranya gerangan siapakah dan dimana dari penduduk bumi ini yang terpandai dan alim ? Kepadanya akan aku haturkan penyesalan ini."

Bertemulah ia kepada orang alim yang lain. Kepada orang tua itu ia menceritakan bahwa ia sudah membunuh 100 orang. Dan, dengan penganiayaan yang keji ini, ia mempertanyakan apakah masih ada pintu taubat untuknya.Setelah mendengar keluh kesahnya dengan seksama, si orang tua yang alim ini akhirnya memberikan jawaban yang dinati-nanti. " Hai anak muda, tetap masih ada pintu taubat untukmu. Siapakah yang dapat menghalangi bila saudara ingin bertaubat ? Pergilah kedusun "anu". Disana ada banyak orang yang taat kepada Allah. Berbuatlah engkau sebagaimana mereka berbuat. Dan janganlah engkau kembali kenegrimu sebab dinegrimu banyak orang yang menyesatkan."

Setelah menerima saran-saran dari orang alim tadi, maka berjalanlah pemuda yang ingin bertaubat kearah dimana dusun itu ditunjukkan. Sayangnya ditengah-tengah perjalanan mendadak ia meninggal dunia.Kematiannya yang mendadak membuat malaikat rahmat dan malaikat siksa bertengkar. Pertengkaran ini mendebatkan, apakah orang ini tergolong orang-orang yang dhalim atau tergolong orang-orang yang selamat.

Dikatakan dhalim, tapi saat ia berjalan, ia membawa niat ingin bertaubat dan betul-betul menyesali tiap-tiap perbuatannya. Kata malaikat rahmat," Ia berjalan untuk bertaubat kepada Allah S.W.T dengan sepenuh hati."

Tapi kata malaikat siksa," Ia belum pernah melakukan kebajikan sama sekali.Pekerjaannya selalu membunuh. Dan ia pantas masuk neraka." Tak berapa lama, datanglah malaikat menyerupai manusia yang diutus menjadi penengah diantara pertengkaran itu. Ia berkata dengan tegas kepada malaikat-malaikat tersebut.

" Ukur saja diantara dusun yang dia tinggalkan dan dusun yang akan ia tuju. Ukuran mana yang lebih dekat, maka masukkanlah ia kepada golongan orang sana."

Kemudian tempat dimana orang dhalim itu terbujur tak bernyawa diukur terhadap dua dusun, yaitu jaraknya terhadap dusun yang akan dituju dan terhadap dusun yang ditinggalkan. Dusun yang dituju merupakan tempat tinggal orang-orang yang taat kepada Allah. Alhamdulilah, ternyata hasilnya ia lebih dekat kepada dusun yang akan dituju. Bedanya hanya kira-kira sejengkal saja.

Oleh :
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

8 komentar:

Ronaldo Rozalino on 18 Juni 2009 08.17 mengatakan...

Sangat bagus dan bermanfaat sekali nih cerita

Ariyanti Danurtiyas on 18 Juni 2009 09.37 mengatakan...

Setuju...

*mau tobat dulu...

Karumbu on 18 Juni 2009 15.15 mengatakan...

sangat menggugah dan sarat pesan moral. salam.

AaGen Blog on 18 Juni 2009 19.17 mengatakan...

inspiratif sekali ceritanya...I Like it

Salam kenal ya sobat

Danu on 18 Juni 2009 20.11 mengatakan...

@All: Terima Kasih

Ikhwan on 19 Juni 2009 03.02 mengatakan...

Wah yang disampikan ini cerita fiksi atau apa??. Dosa sebesar apapun kalau seseorang bertobat dengan taubatan nusuha insya Allah pasti diampuni. Tapi dalam kisah yang disampaikan itu baru sebatas niat ingin bertobat, jadi belum bertobat. Ia akan dapat pahala karena niatnya itu tetapi tidak menghapus dosa-dosanya yang telah membunuh 100 orang karena sesungguhnya ia belum bertobat. Akan lebih baik jika kisah di atas disertai dengan dalil (sumber cerita)

Thanks

BLOG BISNIS MUKLIS|Motivasi dan bisnis on 19 Juni 2009 11.54 mengatakan...

Terimakasih dengan artikel yang sangat bermanfaat dan sangat mengugah sanubari, memang hendaknya kita selalu instropeksi diri tentang sebuah kata maaf, yang kadang susahnya minta ampun untuk memberikan sebuah kata "maaf" padahal Allah SWT saja mau memberikan dan menerima taubat manusia dengan taubatan nasuha, jadi kembali ke diri sendiri tentunya, terimakasih mas, salam sukses dan semoga selalu sehat, amin

wiyono on 23 Juni 2009 16.39 mengatakan...

aku berdo'a semoga di masa yang akan datang blog mu menjadi yang terdepan

Posting Komentar

Bertukar Banner 1

Photobucket

Bertukar Banner2

 

Enlightening Blog. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com