Rabu, 10 Juni 2009

Penyelam Mutiara


Ada seorang penyelam mutiara yang sedang bertugas untuk mencari mutiara sebanyak-banyaknya. ketika menyelam, ia tidak lupa membawa pelengkapan-perlengkapan menyelam seperti Tabung gas, pakaian menyelam, dan karung mutiara. ketika ia memulai perjalanannya untuk menyelam mutiara, ia terpesona akan keindahan lautan. adanya terumbu karang, ikan-ikan yang cantik, dan berbagai macam perhiasan lautan. pada akhirnya, ia terhanyut dalam keindahan tersebut dan bermain-main dahulu dengan berbagai macam perhiasan lautan. namun, tiba-tiba ia teringat akan tugas utamanya yaitu mengumpulkan mutiara sebanyak-banyaknya. dan tanpa sadar tabung gas yang ada dipunggungnya sudah hampir habis. sementara bosnya sudah menunggu kedatangannya di kapal akan mutiara yang diperolehnya. kemudian, ia mengambil mutiara seadanya dan tidak sesuai dengan target perolehan. malangnya lagi, mutiara yang baru saja ia kumpulkan jatuh beberapa butir karena ia tidak menutup rapat-rapat karung mutiara tersebut.

ketika sampai di permukaan, ia dipecat oleh bosnya karena kerjanya tidak baik. ia meminta maaf dan memohon-mohon agar ia dapat diberi kesempatan sekali lagi untuk mengambil mutiara tersebut. ia berjanji akan mengambil mutiara sebanyak-banyaknya ketika menyelam lagi. namun bos itu tak mau menerima dan tetap memecatnya. akhirnya penyelam mutiara itu dipecat dan ia sedih.

Teman-temanku yang dicintai Allah, cerita diatas mengisahakan tentang seorang mutiara terlena akan kehidupan menyelamnya. jika kita bandingkan akan kehidupan didunia. kita anggap penyelam mutiara adalah Manusia, mutiara ialah pahala, tabung gas adalah umur,bosnya ialah Allah SWT, dan mutiara yang jatuh diakibatkan sifat Ria.

Jadi, Manusia yang ditugaskan oleh Allah untuk mencari pahala sebanyak-banyaknya di dunia. namun, ia terpesona akan fatamorgana dunia sehingga ia bermain-main dulu malakukan maksiat dan sesuatu yang tidak berguna. tiba-tiba ia tersadar dan tersentak bahwa ia sekarang sudah berusia senja. dan hanya sedikit waktu untuk mengumpulkan kebaikan. sekalinya terdapat pahala yang ia peroleh, ia ria sehingga pahala tersebut hilang. ketika kita berhadapan dengan Allah, kita memohon agar diberi kesempatan lagi untuk hidup didunia. penyesalan dan air mata tak berarti. so,...mumpung kita masih hidup dan masih diberi kesempatan untuk berbuat baik. lakukanlah amalan-amalan tersebut dengan ikhlas karena Allah. sebab itulah bekal yang kita bawa ketika pulang nanti.

oleh: Danu Saputro

4 komentar:

aninditha on 12 Juni 2009 21.08 mengatakan...

mantapppp...

Danu on 14 Juni 2009 04.14 mengatakan...

Maantabbbb...

shanushy0809 on 16 Juni 2009 22.04 mengatakan...

keren coy untuk renungan hidup dan kehidupan

Danu on 17 Juni 2009 03.15 mengatakan...

@shanushy0809: Syukron akh shanushy

Posting Komentar

Bertukar Banner 1

Photobucket

Bertukar Banner2

 

Enlightening Blog. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com